embah bilang

belajar mentertawakan diri sendiri lewat ironi dan sinisme…

Garuda Panca….

masih ingat embah waktu masih sekolah di SD negeri dikampung, suka nyanyi plesetan bareng sama teman – teman…lagunya begini..

Garuda panca pencit,  (pencit adalah bahasa daerah jawa untuk buah mangga muda yang rasanya masih asem)

aku gak nduwe duit, (aku gak punya duit)

gawe tuku sendal jepit, (buat beli sendal jepit)

Karena waktu itubanyak sekali teman sepermainan embah yang kemana – mana nyeker alias tidak pakai alas kaki, bahkan sandal jepit pun mereka gak punya… sekolahpun mereka tidak pakai alas kaki, merek yang sangat terkenal dulu adalah sepatu bata, bukan nike atau adidas, dll…

korelasinya lagu plesetan itu dengan kondisi sekarang ternyata masih tetap ada lho!!

Pancasila yang sekarang sudah berusia lebih dari 50 tahun kan, nah kalau ukuran manusia itu pasti sudah sangat mumpuni dan dewasa, tetapai untuk ukuran usia burung, mungkin sudah uzur banget dan sudah tidak bisa terbang tinggi dan cepat, bahkan untuk mengepakkan sayapnya dan membuka lebar sayapnya untuk melindungin ‘sarang’ nya sendiri sudah tidak kuat…

dan kita patut prihatin karena kita  yang selama ini dilindungin dibawah kepak sayap garuda, ternyata kita tidak mampu merawat burung ini supaya punya keturunan yang gagah perkasa dan mampu melindungi sarangnya dengan kejujuran dan rasa damai tetapi tegas!!

kita gagal untuk sekedar membersihkan sayap pelindung kita dari ‘kutu-kutu’ dan lintah yang menghisap darahnya, sampai akhirnya dia sendiri mandul dan tidak bisa memberikan keturunan burung baru yang sehebat dia waktu dilahirkan dulu!! yang mampu berteriak lantang dan membuat ngeri siapapun yang akan menganggu sarangnya…

kita tidak bisa lagi melihat dia terbang dengan tinggi diangkasa serta memberikan rasa tentram bagi semua anak – anaknya yang menunggu disarang…

apakah kita akan biarkan burung ini sekarat dan mati dalam kesia – siaan? dan yang lebih parah, banyak sekali burung kecil lain yang menyamar menjadi burug Pancasila disarang kita sendiri, seolah – olah mereka adalah Garuda baru yang mampu memberikan semua yang pernah kita terima dari burung Garuda Senior…!!!

apa iya? atau mereka cula mau menutupi bahwa disayap burung-burung palsu ini juga banyak kutu dan penumpang gelap?

ahh seandainya…Garudaku dulu dirawat dengan cermat, tentu sekarang dia masih sangat perkasa, mampu terbang tinggi dan mampu melindungin anak2 disarangnya…

dan lagu plesetan Garuda Panca pencit gak perlu dinyanyikan lagi….

Iklan

Desember 27, 2007 - Posted by | embah bilang

1 Komentar »

  1. ya mbah..mang bangsa indonesia burungnya dah banyak yang pada sakit n’ mandul2 smua kali yah..skali punya kturunan pada kna narkoba ama bikin felm bagong frustasi..hi.hi..hi smoga burung kita ga kayak gitu ya mbah

    Komentar oleh arai | Februari 21, 2008


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: