embah bilang

belajar mentertawakan diri sendiri lewat ironi dan sinisme…

Pancasila, Aksesoris Kendaraan dan Selangkangan.

Dulu sekali aku masih ingat pancasila begitu sakti dan perkasa, semua anak bangsa ini berteduh dan merasa terlindungi dibawah sayapnya yang lebar dan bulu2nya yang halus, teriakannya sangat lantang terdengar sampai pelosok nusantara dan dunia.

Sekarang burung Garuda ini sudah semakin tua, bahkan suaranya sudah jarang terdengar, kalaupun dia mengatakan sesuatu, dia tidak lagi pernah didengar, semua yang pernah dia ajarkan sudah mulai dilupakan.

Memang menyedihkan dan menakutkan !! kalau kita mau menyadari betapa kita yang selama ini berlindung dibawah eraman burung garuda, mulai gelisah dan tersesat karena kita tidak punya induk yang mampu menjaga dan merawat kita dengan kasih sayang dan ketegasan.

Banyak tragedi, dan peristiwa sedih yang sebenarnya adalah hasil dari kekurang-percayaan kita kepada Garuda Pancasila, banyak dari kita saling serang dan bernafsu untuk menghancurkan kaum kita sendiri dengan mengatas namakan kebenaran kelompok, bukan kebenaran yang sebenarnya, yang jujur!!

Berapa kali kita melihat dimedia, ada penghancuran dan pelanggaran hak kepada orang lain yang diakibatkan oleh stigma dan pernyataan (statemen) dari sekelompok orang, semisal penghancuran golongan tertentu oleh golongan yang lain hanya karena golongan itu di stempel dan di Fatwai sebagai Golongan Sesat!!

Pernahkan mereka sadar, dan kembali membaca PANCASILA yang kita yakini selama ini, pernahkah mereka sadari bahwa PANCASILA juga TIDAK MEMELUK AGAMA TERTENTU!!

PANCASILA hanya BERKETUHANAN, tapi tidak memeluk agama tertentu!! (mungkin istilah yang benar adalah AGNOSTIC) jadi kenapa ada orang yang dengan bangga menunjuk kelompok lain sebagai kelompok sesat? Mengapa mereka tidak boleh memeluk TUHAN mereka sendiri, toh selama ini kita mengetahui banyak sekali ‘jenis’ TUHAN yang disebut dan diyakini oleh berbagai kelompok manusia, kenapa kita tidak serahkan sepenuhnya kepadaNYA, dan mengakui bahwa menghakimi hal ini adalah mutlak dan absolute hak-NYA? Kenapa kita berperan sebagai tuhan kecil? Cuma karena golongan kita besar kita boleh bersikap sebagai kalangan paling benar dan sesuka hati? Seharusnya malu kalau sebagai golongan mayoritas tetapi  tidak bisa bersikap bijak dan bajik!!

Saya merasa trenyuh ketika melihat PANCASILA yang setengan mati saya hapalkan dan saya baca setiap hari Senin pagi pada saat upacara bendera dulu sekarang cuma jadi simbol kekuasaan dan Cuma untuk gagah – gagahan dan asesoris kendaraan, lihat saja, PANCASILA kita Cuma dipasang di bumper kendaraan Aggota DPR atau kendaraan Pejabat, Cuma setinggi kaki, bahkan terletak dibawah selangkangan!! Apa iya memang segitu penghargaan kita terhadap lambang negara kita? Apa kita akan menunggu sampai Pancasila dipakai sebagain ikon iklan oleh bangsa lain agar kita sadar, malu serta mulai berbenah?

Jangan mimpi kita akan bisa didengar dan dihargai oleh bangsa lain, kalau kita tidak mulai menghargai apa yang kita miliki.

Saya yakin dan berharap mudah – mudahan PANCASILA masih sakti dan mandraguna seperti burung garudaku yang dulu.

Februari 21, 2008 Posted by | kecewa | Tinggalkan komentar