embah bilang

belajar mentertawakan diri sendiri lewat ironi dan sinisme…

Balonku ada lima….

Balonku ada lima…

Rupa – rupa warnanya…

Hijau kuning kelabu, merah muda dan biru…

Meletus balon hijau DORRR…

Hatiku sangat kacau…

Balonku tinggal empat…

Kupegang erat – erat…

Semua warga negara Indonesia, pati tahu lagu tersebut, sama seperti semua rakyat amerika tahu dengan nomor 911 (nine-one-one) sebagai nomor emergency, yang ternyata adalah ‘nomor kode’ peletupan gedung pencakar langit mereka 🙂

Lagu balonku ada lima punya korelasi yang hampir sama dilihat dari sudut popularitas terhadap suatu bangsa, tetapi pesan yang embah akan sampaikan disini adalah tentang balonku ada lima dan warna – warni balon (plembungan) politik…

Embah yakin semuanya pada nyadar kalau hampir semua anak kecuil pasti tertarik dan merengek pada bapak dan ibu mereka untuk dibelikan kalau melihat balon warna – warni, karena buat mereka warnanya sangat menarik dan menjanjikan kesenangan sekaligus kebanggaan kalau balon mereka terliha paling besar dan paling menyolok warnanya…

tetapi kebanggaan mereka dan kesenangan mereka akan menjadi tangis dan ratapan kekecewaan pada saat balon yang mereka miliki lepas dan terbang tinggi meninggalkan mereka atau meletus dan cuma menyisakan sobekan kecil yang tidak lagi indah dan berarti serta cuma menjadi sampah… habis sudah duit buat membeli balon, habis sudah kebanggaan dan kesenangan, serta yang ada cuma penyesalan, kenapa balonnya meletus, dan kenapa balonnya terbang tinggi meninggalkannya…..

sekarang masi kita meng-analogi Balon tersebut dengan kenyataan disekitar kita khususnya pada saat musim balon kampanye kayak begini … Semua yang ditawarkan memiliki warna dan daya tarik yang luar biasa, dan sangat memikat!! semua ‘balon’ politik digelembungkan sebesar-besarnya dengan jani, janji dan janji, sama seperti gas yang mengisi balon sebenarnya, kita cuma bisa melihat tetapi tidak bisa menyentuh!! cuma janji kok ! kenyataannya nanti apa bener janji tersebut bisa disentuh atau tidak ya embah gak tahu!!

apalagi kalau nanti balon itu sudah terbang tinggi diluar jangkauan kita, dan meninggalkan kita, malahan kita gak tahu pada kemana balon yang sebelumnya kita pegang erat – erat, kalau meletus? wah cuma suaranya aja yang terdengar keras dan mengejutkan tetapi setelah itu terlupakan sama sekali.

Jadi, berhati – hati kalau mau membeli balon, atau lebih baik jangan sampai tertipu dengan rayuan ‘tukang’ jual balon, kalau tidak mau kecewa dibelakang hari nantinya!!

coba lihat diluar sana udah banyak pedagang balon yang mulai kampanye dan bilang kalau balon yang mereka tawarkan yang paling bagus, berbobot dan paling besar….

ada yang warna merah, kuning, hijau biru, putih, dan warna lainnya…sekali lagi hati – hati kalau mau beli balon, kan sudah pernah lecewa toh? Jangan beli lagi!!

Iklan

Maret 22, 2008 Posted by | 1 | | 6 Komentar

Kompetisi dagelan..

dinegaranya embah, ada beberapa kompetisi sepak bola yang dari jaman embah masih kecil sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak bangsa sebagai hiduran dan tontonan sekaligus bahan pembicaraan yang gayeng diantara semua pecinta olah raga ini baik tua, muda lelaki dan perempuan, melewati batas agam, ras, suku, kaya miskin dan apapun lainnya.

Ada kompetisi tar-kam atau antar kampong, kompetisi lokal baik di kadipaten ataupun di kota raja (propinsi) dan sejak jambi (jaman mbiyen) atau jadul (jaman dulu) ketika pejabat-pejabat masih begitu bangga berpakaian dengan bahan kain Famatex, Tetoron dan Blacu, dan membawa tas kerja dari kulit imitasi, warga bangsa ini sudah terbisasa denga adanya hiruk pikuk kompetisi dan segala pernak-pernik dan kemeriahannya termasuk juga akibat yang timbul semisal penonton marah, protes ke wasit, merusak dan membakar stadion dan sebagainya.

Dari gambaran itu embah bisa memahami bahwa hidup ini ternyata adalah kompetisi yang belum akan berakhir sebelum kita mati, semua mau jadi juara.  Tapi yang jadi soal adalah cara untuk menangnya itu, sering sekali menghalalkan segala cara yang penting menang dan juara!!

Ternyata kompetisi ini juga berlangsung pada ranah ketatanegaraan, dimulai dari kompetisi antar partai politik, dan penguasa, sebagaimana bermain bola, banyak juga yang nakal, main kayu, jegal sana jegal sini, dorong sana dorong sini yang penting bisa juara, tapi ada yang berbeda, kalau disepak bola sebenarnya, pemain yang tua sudah pasti akan memberikan tempat bagi pemain muda yang lebih segar, bertenaga, trampil, cekatan dan lebih pintar, dan mereka akan duduk manis disamping lapangan, jadi pelatih (kalau mereka mumpuni) tetapi tidak demikian dikompetisi untuk memenangkan kursi pemerintahan, yang tua malah menjadi-jadi dan selalu haus untuk kembali duduk dikursi tertinggi serta mendapatkan pelayanan lebih, kalau orang jawa bilang, kemaruk dan kendoro-ndoroan) senang sekali sipanggil nDoro putri atau nDoro Kakung!! Feodalis sejati!!

Gak pernah sadar bahwa anak-anaknya yang dulu masih ingusan dan disekolahin, sekarang sudah dewasa yang mempunyai kepintaran lebih dari mereka, tetep saja mereka tidak mau tahu, mereka masih menganggap bahwa mereka layak untuk tetap memiliki kuasa dan memegang piala, padahal pialanya itu piala bergilir, bukan piala tetap, walhasi berbagai cara dilakukan untuk tetap berada dilingkaran kompetisi serta dianggap mampu berkompetisi dan dengan menghalalkan segala cara mereka bisa berbuat apa saja misalnya main kayu, curi waktu start mengusung kembali romantisme waktu mereka masih juara dulu “semangkin lama semangkin memalukan ‘daripada’ tindak tanduk mereka itu”, gak percaya?

Lha itu apa yang ada ditelevisi sudah banyak pasang reklame kok, ada yang bilang aku ini golongan petani lah, aku akan me-wakafkan sisa hidup saya lah, ada juga yang megatakan negara ini masih terpuruk, kalau embah bilang renungkan, selama ini mereka ini kemana saja ? kok ngomongnya baru sekarang, menjelang 2009? Dulunya mereka kan juga bagian dari tukang ngatur sekaligus pemain toh? Apa mereka sudah pikun, kalau penontonnya masih banyak yang sama? Apa mereka pikun kalau wasit yang terakhir adalah penonton?

Embah sudah capek sama janji-janji, dan mereka memang semuanya seperti penjual jamu dipasar – pasar yang sering kali untuk menarik pembeli si tukang jamu ngasih atraksi ular atau monyet atau sulapan atau apalah yang penting jualannya bisa laku dan bisa menarik perhatian calon mangsa…. Ini juga selalu ada dijualan politik, Cuma monyetnya bisa jadi diganti dengan artis dangdut atau artis lainnya, ularnya diganti dengan hadiah uang makan atau uang bensin atau kaos ‘bergambar’  nah embah hanya mau ngingetin kepada cucu-cucu semua, bahwa kalian musti ‘semangkin’ pintar dan cermat utnuk mengamati ‘daripada’ tingkah laku dan kelicikan pemain2 seperti itu, jangan sampai kompetisi ini menghasilkan juara-juara yang sudah lapuk dimakan usia dan tidak ‘up to date’ lagi, karena semua ini akan menjamin kelangsungan kompetisi kita dimasa – masa mendatang, embah yakin kita semua pingin punya kompetisi yang bersih, sehat dan mengasilkan juara yang memang benar-benar mempunyai kualitas ‘daripada’ juara. Sek embah tak njaluk pijet embah putri karo wedang kopi-jahe…pegel kabeh awakku…

Maret 1, 2008 Posted by | embah bilang | 3 Komentar

Pancasila, Aksesoris Kendaraan dan Selangkangan.

Dulu sekali aku masih ingat pancasila begitu sakti dan perkasa, semua anak bangsa ini berteduh dan merasa terlindungi dibawah sayapnya yang lebar dan bulu2nya yang halus, teriakannya sangat lantang terdengar sampai pelosok nusantara dan dunia.

Sekarang burung Garuda ini sudah semakin tua, bahkan suaranya sudah jarang terdengar, kalaupun dia mengatakan sesuatu, dia tidak lagi pernah didengar, semua yang pernah dia ajarkan sudah mulai dilupakan.

Memang menyedihkan dan menakutkan !! kalau kita mau menyadari betapa kita yang selama ini berlindung dibawah eraman burung garuda, mulai gelisah dan tersesat karena kita tidak punya induk yang mampu menjaga dan merawat kita dengan kasih sayang dan ketegasan.

Banyak tragedi, dan peristiwa sedih yang sebenarnya adalah hasil dari kekurang-percayaan kita kepada Garuda Pancasila, banyak dari kita saling serang dan bernafsu untuk menghancurkan kaum kita sendiri dengan mengatas namakan kebenaran kelompok, bukan kebenaran yang sebenarnya, yang jujur!!

Berapa kali kita melihat dimedia, ada penghancuran dan pelanggaran hak kepada orang lain yang diakibatkan oleh stigma dan pernyataan (statemen) dari sekelompok orang, semisal penghancuran golongan tertentu oleh golongan yang lain hanya karena golongan itu di stempel dan di Fatwai sebagai Golongan Sesat!!

Pernahkan mereka sadar, dan kembali membaca PANCASILA yang kita yakini selama ini, pernahkah mereka sadari bahwa PANCASILA juga TIDAK MEMELUK AGAMA TERTENTU!!

PANCASILA hanya BERKETUHANAN, tapi tidak memeluk agama tertentu!! (mungkin istilah yang benar adalah AGNOSTIC) jadi kenapa ada orang yang dengan bangga menunjuk kelompok lain sebagai kelompok sesat? Mengapa mereka tidak boleh memeluk TUHAN mereka sendiri, toh selama ini kita mengetahui banyak sekali ‘jenis’ TUHAN yang disebut dan diyakini oleh berbagai kelompok manusia, kenapa kita tidak serahkan sepenuhnya kepadaNYA, dan mengakui bahwa menghakimi hal ini adalah mutlak dan absolute hak-NYA? Kenapa kita berperan sebagai tuhan kecil? Cuma karena golongan kita besar kita boleh bersikap sebagai kalangan paling benar dan sesuka hati? Seharusnya malu kalau sebagai golongan mayoritas tetapi  tidak bisa bersikap bijak dan bajik!!

Saya merasa trenyuh ketika melihat PANCASILA yang setengan mati saya hapalkan dan saya baca setiap hari Senin pagi pada saat upacara bendera dulu sekarang cuma jadi simbol kekuasaan dan Cuma untuk gagah – gagahan dan asesoris kendaraan, lihat saja, PANCASILA kita Cuma dipasang di bumper kendaraan Aggota DPR atau kendaraan Pejabat, Cuma setinggi kaki, bahkan terletak dibawah selangkangan!! Apa iya memang segitu penghargaan kita terhadap lambang negara kita? Apa kita akan menunggu sampai Pancasila dipakai sebagain ikon iklan oleh bangsa lain agar kita sadar, malu serta mulai berbenah?

Jangan mimpi kita akan bisa didengar dan dihargai oleh bangsa lain, kalau kita tidak mulai menghargai apa yang kita miliki.

Saya yakin dan berharap mudah – mudahan PANCASILA masih sakti dan mandraguna seperti burung garudaku yang dulu.

Februari 21, 2008 Posted by | kecewa | Tinggalkan komentar

Desentralisasi korupsi…

Ini adalah topik yang dibahas para pakar dalam live dialog beberapa waktu yang lalu di Metro TV, ternyata dampak terbaik dan menjadi Hits setelah adanya kebijakan otonomi adalah meniingkatnya dan “berprestasinya” para raja kepala daerah dalam gerakan serempak ‘ngembat’ uang negara yang dibungkus dengan kertas ‘anggaran’…

makanya dari dulu juga embah sudah berpikir negatif dan sori kalau selalu sinis dalam menanggapi kebijakan yang suka memerintah (dibaca: pemerintah) dalam banyak segi kehidupan bernegara bangsa ini.

Mungkin juga ini diungkapkan karena ada kepentingan dari ‘orang-orang’ pusat yang merasa bahwa ‘roti’ yang selama ini mereka nikmati semakin mengecil karena harus dibagi juga dengan ‘orang-orang’ daerah…

Bangsaku sedang sakit keras, dan menurut dokter, kalau cuma sakit jantung atau sakit kencing manis, masih bisa disembuhkan kok, tapi kalau sudah mencapai taraf ‘sakit semua’ ya susah mana yang mau disembuhkan dulu, lebih baik amputasi atau eutanasia aja deh!!

Memang semua juga mau duit kok, enggak ada yang gak suka duit, tapi jangan bikin rakyat sengsara dan membenci semua institusi pemerintah dong! awas, nanti kualat dan kalau sudah pensiun gak punya temen dan jadi bahan rasan-rasanan…

percaya atau tidak para pejabat kita selalu tampak gagah perkasa dan tampan serta sehat wal afiat saat menjabat, tapi begitu tersandung kasus korupsi atau sedang diperiksa atau diduga terlibat satu kasus, langsung deh mereka pada tumbang dan sakit sekeras – kerasnya ha ha ha… juga langsung pasang muka lemes dan pucat serta minta dikasihani…ha ha ha…

Januari 4, 2008 Posted by | 1 | Tinggalkan komentar

Garuda Panca….

masih ingat embah waktu masih sekolah di SD negeri dikampung, suka nyanyi plesetan bareng sama teman – teman…lagunya begini..

Garuda panca pencit,  (pencit adalah bahasa daerah jawa untuk buah mangga muda yang rasanya masih asem)

aku gak nduwe duit, (aku gak punya duit)

gawe tuku sendal jepit, (buat beli sendal jepit)

Karena waktu itubanyak sekali teman sepermainan embah yang kemana – mana nyeker alias tidak pakai alas kaki, bahkan sandal jepit pun mereka gak punya… sekolahpun mereka tidak pakai alas kaki, merek yang sangat terkenal dulu adalah sepatu bata, bukan nike atau adidas, dll…

korelasinya lagu plesetan itu dengan kondisi sekarang ternyata masih tetap ada lho!!

Pancasila yang sekarang sudah berusia lebih dari 50 tahun kan, nah kalau ukuran manusia itu pasti sudah sangat mumpuni dan dewasa, tetapai untuk ukuran usia burung, mungkin sudah uzur banget dan sudah tidak bisa terbang tinggi dan cepat, bahkan untuk mengepakkan sayapnya dan membuka lebar sayapnya untuk melindungin ‘sarang’ nya sendiri sudah tidak kuat…

dan kita patut prihatin karena kita  yang selama ini dilindungin dibawah kepak sayap garuda, ternyata kita tidak mampu merawat burung ini supaya punya keturunan yang gagah perkasa dan mampu melindungi sarangnya dengan kejujuran dan rasa damai tetapi tegas!!

kita gagal untuk sekedar membersihkan sayap pelindung kita dari ‘kutu-kutu’ dan lintah yang menghisap darahnya, sampai akhirnya dia sendiri mandul dan tidak bisa memberikan keturunan burung baru yang sehebat dia waktu dilahirkan dulu!! yang mampu berteriak lantang dan membuat ngeri siapapun yang akan menganggu sarangnya…

kita tidak bisa lagi melihat dia terbang dengan tinggi diangkasa serta memberikan rasa tentram bagi semua anak – anaknya yang menunggu disarang…

apakah kita akan biarkan burung ini sekarat dan mati dalam kesia – siaan? dan yang lebih parah, banyak sekali burung kecil lain yang menyamar menjadi burug Pancasila disarang kita sendiri, seolah – olah mereka adalah Garuda baru yang mampu memberikan semua yang pernah kita terima dari burung Garuda Senior…!!!

apa iya? atau mereka cula mau menutupi bahwa disayap burung-burung palsu ini juga banyak kutu dan penumpang gelap?

ahh seandainya…Garudaku dulu dirawat dengan cermat, tentu sekarang dia masih sangat perkasa, mampu terbang tinggi dan mampu melindungin anak2 disarangnya…

dan lagu plesetan Garuda Panca pencit gak perlu dinyanyikan lagi….

Desember 27, 2007 Posted by | embah bilang | 1 Komentar

sakit apa Indonesia?

Seandainya Indonesia ini seorang anak kecil maka semua orang yang bertemu pasti bilang? sakit apa nak Indonesia? kok mukanya pucat, terus perutnya kembung, badanya kurus dan matanya berair?

Bagaimana tidak seharian kemarin aku cuma bisa sesak napas membaca berita2 yang dimuat sebuah harian nasioanl dan daerah tentang kelakuan (kucing garong), komentar, sikap dan keangkuhan para pejabat dan mantan pejabat negri ini.

dihalaman paling depan, ditulis dengan judul besar pula ” Menkeu KEjar Pajak Miliarder” ini sehubungan dengan rilis forbes tentang daftar 40 orang terkaya Indonesia yang diantaranya Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla (bener gak nulis nama mereka neh he he)  kok saya yang bodo ini jadi bingung, kenapa menkeu baru mengejar pajak mereka sekarang? kenapa kok baru sekarang mau akan diperiksa dan dicocokan? apakah selama ini dep keu dan dirjen pajak gak punya data sama sekali tentang pembayaran pajak dari kerajaan2 dan kekayaan mereka? semsetinya kan tinggal cross check saja dari pajak yang mereka sudah bayar dengan laporan kekayaan yang di forbes, trus panggil deh mereka…gini aja kok dibikin repot, ruwet dan serba prosedur yang gak selesai2.

Berita lain, Ali Imron sang pengebom ternyata pada akhirnya sadar dan  mengakui kalau jihad yang mereka lakukan dulu itu salah besar dan cuma menimbulkan kebencian dari semua manusia kepada mereka dan tidak mencerminkan Islam yang katanya Cinta Damai.

Berita beberapa hari sebelumnya juga bikin ngenes, Wakil Presiden mengatakan korban LAPINDO tenang aja, karena Abunawas eh Aburizal adalah orang terkaya di Indonesia jadi untuk membayar ganti rugi korban LAPINDO karena tidak akan membuat dia jadi miskin kale ye…tapi pak kok sampai sekarang masih dicicl? padahal lumpurnya diterima dengan kontan!? dan juga cukup mengherankan kok sampai hari ini tidak ada pernyataan permohonan maaf dari pemilik LAPINDO ya? apa dia bukan pemilik sebenarnya? cuma pasang badan en pasang nama aja? jangan2 yang punya LAPINDO itu…….gondoruwo…

Rekening PEmerintah ternyata amburadul, rekeningnya berjumlah: 5,149 rekening dan total duitnya 29,9 triliun wuihhhh ini baru hebat, sebuah negara yang miskin kok bisa ada duit tidak bertuan sebanyak ini….sementara buanyaaaak banget saudaraku yang mati kelaparan!! week rasanya pingin muntah aku!!

Ada juga yang konyol, dipanggil KPK, ketua FPG (partai kuning) menawar, lha ini baru seru, orang yang dicurigai melakukan tindak pidana korupsi terus mau diperiksan dan dipanggil kok malah ditawar, januari aja deh…emangnya negara ini milik kakek moyangnya apa? paling-paling dia lagi pergi kepasar untuk beli kambing hitam tuh… luar biasa sombongnya pejabat ini, wakil rakyat kok begitu ya, siapa sih yang dulu milih dia? makanya sekarang embah bilang, jangan pilih wakil kita dari partai yang itu2 aja, cari alternatip, ya semacam pengobatan alternatip gitu lho… biar negara ini sedikit teratur dan aparatnya tidak bersikap layaknya kolonial!!

PSSI ? sepak bola? waduh…FIFA aja dilawan kok…yang namanya kalau sudah menyangkut urusan perut maka apapun akan dilakukan dan pantang mundur membela yang bayar, bukan pantang mundur membela yang benar wakakakak

Bupati Garut (purnawirawan LETKOL) Agus Supriyadi didakwa tiga kasus korupsi dengan menyelewengkan dana APBD 10,8 milyar, waduh kehabisan komentar aku…bingung mau nulis apa lagi nih…? kasus seperti ini sudah seperti jamur… satu dicabut, yang lain pada muncul…

Negaraku ini sudah diperlakukan kayak sampah oleh orang2 yang berhati keji! mereka berani melawan hukum dan dengan arogansinya mereka mempermainkan hukum dengan pinter2an argumentasi dan pinter2an memutar balik kata2…

Kenapa embah selalu sinis ? karena ya cuma ini yang diwariskan dan dicontohkan oleh rezim , pemerintah, pajabat politisi dan seabreg orang-orang beredukasi tinggi sebelumnya kepada semua warag negaraku, rasa curiga, dan tidak percaya, pesimis dan serta selalu menganggap bahwa semua itu cuma main-main atau sandiwara tok… sudah menjadi hal yang selalu kita bisa percayai…sialnya kebanyakan selalu benar dan terbukti. sek tak ngopi lan njaluk pijet eyang putrimu …

Desember 19, 2007 Posted by | embah bilang | 1 Komentar

Selesai deh…

Hajatan global warming di Bali akhirnya selesai juga, yang pasti semuanya udah pada sadar dan mau mengerti bahwa biar bisa tetep hidup langgeng, sehat dan selamet musti juga bekerjasama sama negara2 berkembang dan dunia ketiga yang ternyata masih memiliki hutan dan pabrik O2 biar orang2 maju dan beradab bisa bernafas terus…

Menurut laporan dari pejabat berwenang dan pinter, katanya dari hajatan ini Bali ketiban 500 miyar rupiah (banyak juga ya..) padahal cuma beberapa hari aja lho dari tgl 3 – 14 Desember 2007, trus uang sebesar itu yang nyampe ke rakyat kecil kira2 berapa persen ya?

Kalau boleh kita bilang bahwa hajatan itu adalah sebuah Kue yang besar, maka saya hakul yakin orang2 yang tinggal di Bali cuma dapat remah2nya aja dari roti besar ini, karena biaya yang paling mahal pasti akomodasi dan makan, padahal dari begitu banyak hotel yang ada di Nusa Dua dan sekitarnya, pemiliknya adalah investor asing, weleh….jadi duit 500 milyar yang masuk ke Bali itu akhirnya juga menjadi uang “asing” lagi sementara penduduk bali ya dapat lah cuilan dikit2 gitu… yang banyak pasti tinggalan e..ek dan kondom bekas…

nah jadilah Bali sebagai (lagi) tempat sampah…. yo wis ben sak karepmu…

Desember 17, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

Bush salah lagi…!!

Untuk kedua kalinya kita bisa tertawa sinis atas apa yang terjadi dinegri adi kuasa yang namanya Amerika Serikat, menurut inforasi dari dinas rahasia mereka sendiri, terbukti bahwa di Iran tidak ada pengembangan nuklir untuk senjata atau apapun namanya seperti yang di klaim sama George Bush selama ini, untuk kedua kalinya dia salah…dan akibatnya seperti yang masih bisa kita lihat di Irak….weleh2 orang sudah salah masih juga enggak mau ngakuin….

tapi buat saya Amerika itu ada dua, yang satu adalah penduduk Amerika, yang sama seperti kita, banyak juga yang belum pernah naik pesawat terbang (kayak saya…kasian deh gue…!) yang satu lagi adalah P.T. Amerika yang kerjaannya cari minyak dan sumber alam dari negara lain….( Amrica Inc.)…. yo wis….

Desember 6, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

rame2 tanam pohon…tapi…!!

akhir2 ini banyak dari kita yang tersita dan seolah – olah sadar bahwa bumi tempat tinggal kita mulai capek dan mulai protes atas sikap manusia yang semena – mena, karena itu banyak banget tanda – tanda kalau bumi mulai marah pada kita, banyak gunung yang mau meletus, banjir, tanah longsor, banjir juga dan entah apa lagi yang mau muncul…

sehari – hari kita juga pada ngerasain bahwa suhu sekitar kita makin bertambah panas dan semakin susah untuk menghirup udara sekedar memenuhi permintaan paru – paru kita…panas dan dampaknya pada kita juga bisa dilihat kok, coba deh diamati, muka orang2 (kita juga) yang pada naik motor atau mobil di jalanan, semua pada kusut dan sepertinya ngeliat orang lain seperti ngeliat musuh.. gampang marah dan serba terburu-buru… padahal kalu kerja sambil marah2 produktifitas malah gak oke dan hasil kerja semakin tidak berkualitas..

untungnya sekarang pada mulai sadar bahwa pohon adalah bagian maha penting dari kehidupan kita, so banyak sekali organisasi yang mulai sadar tanam pohon, acara2 tanam seribu pohon bahkan sejuta pohon di-gaung-kan en orang pada dimobilisasi untuk menanam pohon mulai dari lingkungannya  sendiri2….

Buat embah…kalau cuma menanam sejuta pohon, bisa saja dalam satu hari selesai dan karena ini dilakukan oleh ber-banyak orang, kemudian sambutan dan liputan2 pers, tv dan banyak lagi supaya semua pada tergerak ikut menanam atau menjaga kelestarian alam…

pertanyaan terbesarnya adalah setelah menanam sejuta pohon (yang memang mudah untuk dilakukan) terus nanti siapa yang akan memulai gerakan ‘menyiram sejuta pohon…?’ karena kalau ini enggak dilakukan ya sama juga bohong, karena setelah ditanam kan perlu dirawat dan perlu disiram… jadi mustinya setelah gerakan nasional menanam pohon musti diikuti gerakan nasional menyiram sejuta pohon…ini baru bener….!!

Desember 3, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

Ternyata kolonialisme belum habis disini…

Emang sih kalu diliat dari usia kemerdekaan yang udah lebih dari 50 tahun, sepertinya bangsa ini sudah merdeka beneran tapi kalu mau jujur dan siap menelanjangi diri sendiri sebenarnya bangsa ini masih juga punya mental menjajah dan dijajah, paling tidak ini yang tak rasakan…

Setelah era kolonialis 350 tahun trus era rezim suharto 35 tahun eh sekarang masih banyak sekali yang bersikap seperti itu dan masih alergi sama hal-hal yang memajukan bangsa.

Selalu saja ada orang dan partai yang ngerasa tidak suka dan apriori, en celakanya semua bangsa ini sudah ketularan sifat jelek ini selalu nyinyir en sinis padahal ada pepatah sirik tanda tak mampu he he…

Coba kita lihat banyak sekali pengamat en komentator yang selalu bisa dapet duit dari setiap kejadian yang terjadi di negri ini, karena di kontrak jadi pembicara oleh tv swasta dan memberikan pengamatan plus analisa trus di-lawankan sama yang pro, jadi deh polemic yang dipanjang – panjangin… padahal seharusnya kalau mau sadar dan lebih bijak seharusnya yang sudah lengser ya udah terima aja, berarti bangsa ini sudah gak mau lagi same situ, gitu aja kok repot!!

Bukannyamendukung kok malah teriak2 kesana – kemari yang tebang pilih kek…yang pilih2 tebu kek…mbok sudah diem aja, kan itu juga sisa2 dari jamannya mereka jadi penguasa… buat saya masih jauh lebih baik tebang pilih dari pada tidak tebang sama sekali!!!

Politisi negri ini masih perlu belajar untuk bersikap lebih santun dan dewasa dalam melihat perbedaan dan terutama menerima kekalahan…

Jangan bersikap kayak feodal yang gak pernah mau terima kalah en serba sinis, prejudice yang malah bikin ruwet semuanya..

Mungkin seharusnya istilah pejabat atau pemerintah musti diganti dengan ‘yang diperintah’ jadi mereka bisa bener2 ngelayanin masyarakatnya, bukan minta dilayanin dan diperlakukan istimewa, masak sampai orang minta ketemu aja susahnya mita ampun aneh kan? Lha ya itu yang namanya mental feodal…malu dong!! capek dueeehhh….

November 29, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar