embah bilang

belajar mentertawakan diri sendiri lewat ironi dan sinisme…

Kompetisi dagelan..

dinegaranya embah, ada beberapa kompetisi sepak bola yang dari jaman embah masih kecil sudah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak bangsa sebagai hiduran dan tontonan sekaligus bahan pembicaraan yang gayeng diantara semua pecinta olah raga ini baik tua, muda lelaki dan perempuan, melewati batas agam, ras, suku, kaya miskin dan apapun lainnya.

Ada kompetisi tar-kam atau antar kampong, kompetisi lokal baik di kadipaten ataupun di kota raja (propinsi) dan sejak jambi (jaman mbiyen) atau jadul (jaman dulu) ketika pejabat-pejabat masih begitu bangga berpakaian dengan bahan kain Famatex, Tetoron dan Blacu, dan membawa tas kerja dari kulit imitasi, warga bangsa ini sudah terbisasa denga adanya hiruk pikuk kompetisi dan segala pernak-pernik dan kemeriahannya termasuk juga akibat yang timbul semisal penonton marah, protes ke wasit, merusak dan membakar stadion dan sebagainya.

Dari gambaran itu embah bisa memahami bahwa hidup ini ternyata adalah kompetisi yang belum akan berakhir sebelum kita mati, semua mau jadi juara.  Tapi yang jadi soal adalah cara untuk menangnya itu, sering sekali menghalalkan segala cara yang penting menang dan juara!!

Ternyata kompetisi ini juga berlangsung pada ranah ketatanegaraan, dimulai dari kompetisi antar partai politik, dan penguasa, sebagaimana bermain bola, banyak juga yang nakal, main kayu, jegal sana jegal sini, dorong sana dorong sini yang penting bisa juara, tapi ada yang berbeda, kalau disepak bola sebenarnya, pemain yang tua sudah pasti akan memberikan tempat bagi pemain muda yang lebih segar, bertenaga, trampil, cekatan dan lebih pintar, dan mereka akan duduk manis disamping lapangan, jadi pelatih (kalau mereka mumpuni) tetapi tidak demikian dikompetisi untuk memenangkan kursi pemerintahan, yang tua malah menjadi-jadi dan selalu haus untuk kembali duduk dikursi tertinggi serta mendapatkan pelayanan lebih, kalau orang jawa bilang, kemaruk dan kendoro-ndoroan) senang sekali sipanggil nDoro putri atau nDoro Kakung!! Feodalis sejati!!

Gak pernah sadar bahwa anak-anaknya yang dulu masih ingusan dan disekolahin, sekarang sudah dewasa yang mempunyai kepintaran lebih dari mereka, tetep saja mereka tidak mau tahu, mereka masih menganggap bahwa mereka layak untuk tetap memiliki kuasa dan memegang piala, padahal pialanya itu piala bergilir, bukan piala tetap, walhasi berbagai cara dilakukan untuk tetap berada dilingkaran kompetisi serta dianggap mampu berkompetisi dan dengan menghalalkan segala cara mereka bisa berbuat apa saja misalnya main kayu, curi waktu start mengusung kembali romantisme waktu mereka masih juara dulu “semangkin lama semangkin memalukan ‘daripada’ tindak tanduk mereka itu”, gak percaya?

Lha itu apa yang ada ditelevisi sudah banyak pasang reklame kok, ada yang bilang aku ini golongan petani lah, aku akan me-wakafkan sisa hidup saya lah, ada juga yang megatakan negara ini masih terpuruk, kalau embah bilang renungkan, selama ini mereka ini kemana saja ? kok ngomongnya baru sekarang, menjelang 2009? Dulunya mereka kan juga bagian dari tukang ngatur sekaligus pemain toh? Apa mereka sudah pikun, kalau penontonnya masih banyak yang sama? Apa mereka pikun kalau wasit yang terakhir adalah penonton?

Embah sudah capek sama janji-janji, dan mereka memang semuanya seperti penjual jamu dipasar – pasar yang sering kali untuk menarik pembeli si tukang jamu ngasih atraksi ular atau monyet atau sulapan atau apalah yang penting jualannya bisa laku dan bisa menarik perhatian calon mangsa…. Ini juga selalu ada dijualan politik, Cuma monyetnya bisa jadi diganti dengan artis dangdut atau artis lainnya, ularnya diganti dengan hadiah uang makan atau uang bensin atau kaos ‘bergambar’  nah embah hanya mau ngingetin kepada cucu-cucu semua, bahwa kalian musti ‘semangkin’ pintar dan cermat utnuk mengamati ‘daripada’ tingkah laku dan kelicikan pemain2 seperti itu, jangan sampai kompetisi ini menghasilkan juara-juara yang sudah lapuk dimakan usia dan tidak ‘up to date’ lagi, karena semua ini akan menjamin kelangsungan kompetisi kita dimasa – masa mendatang, embah yakin kita semua pingin punya kompetisi yang bersih, sehat dan mengasilkan juara yang memang benar-benar mempunyai kualitas ‘daripada’ juara. Sek embah tak njaluk pijet embah putri karo wedang kopi-jahe…pegel kabeh awakku…

Maret 1, 2008 Posted by | embah bilang | 3 Komentar

Garuda Panca….

masih ingat embah waktu masih sekolah di SD negeri dikampung, suka nyanyi plesetan bareng sama teman – teman…lagunya begini..

Garuda panca pencit,  (pencit adalah bahasa daerah jawa untuk buah mangga muda yang rasanya masih asem)

aku gak nduwe duit, (aku gak punya duit)

gawe tuku sendal jepit, (buat beli sendal jepit)

Karena waktu itubanyak sekali teman sepermainan embah yang kemana – mana nyeker alias tidak pakai alas kaki, bahkan sandal jepit pun mereka gak punya… sekolahpun mereka tidak pakai alas kaki, merek yang sangat terkenal dulu adalah sepatu bata, bukan nike atau adidas, dll…

korelasinya lagu plesetan itu dengan kondisi sekarang ternyata masih tetap ada lho!!

Pancasila yang sekarang sudah berusia lebih dari 50 tahun kan, nah kalau ukuran manusia itu pasti sudah sangat mumpuni dan dewasa, tetapai untuk ukuran usia burung, mungkin sudah uzur banget dan sudah tidak bisa terbang tinggi dan cepat, bahkan untuk mengepakkan sayapnya dan membuka lebar sayapnya untuk melindungin ‘sarang’ nya sendiri sudah tidak kuat…

dan kita patut prihatin karena kita  yang selama ini dilindungin dibawah kepak sayap garuda, ternyata kita tidak mampu merawat burung ini supaya punya keturunan yang gagah perkasa dan mampu melindungi sarangnya dengan kejujuran dan rasa damai tetapi tegas!!

kita gagal untuk sekedar membersihkan sayap pelindung kita dari ‘kutu-kutu’ dan lintah yang menghisap darahnya, sampai akhirnya dia sendiri mandul dan tidak bisa memberikan keturunan burung baru yang sehebat dia waktu dilahirkan dulu!! yang mampu berteriak lantang dan membuat ngeri siapapun yang akan menganggu sarangnya…

kita tidak bisa lagi melihat dia terbang dengan tinggi diangkasa serta memberikan rasa tentram bagi semua anak – anaknya yang menunggu disarang…

apakah kita akan biarkan burung ini sekarat dan mati dalam kesia – siaan? dan yang lebih parah, banyak sekali burung kecil lain yang menyamar menjadi burug Pancasila disarang kita sendiri, seolah – olah mereka adalah Garuda baru yang mampu memberikan semua yang pernah kita terima dari burung Garuda Senior…!!!

apa iya? atau mereka cula mau menutupi bahwa disayap burung-burung palsu ini juga banyak kutu dan penumpang gelap?

ahh seandainya…Garudaku dulu dirawat dengan cermat, tentu sekarang dia masih sangat perkasa, mampu terbang tinggi dan mampu melindungin anak2 disarangnya…

dan lagu plesetan Garuda Panca pencit gak perlu dinyanyikan lagi….

Desember 27, 2007 Posted by | embah bilang | 1 Komentar

sakit apa Indonesia?

Seandainya Indonesia ini seorang anak kecil maka semua orang yang bertemu pasti bilang? sakit apa nak Indonesia? kok mukanya pucat, terus perutnya kembung, badanya kurus dan matanya berair?

Bagaimana tidak seharian kemarin aku cuma bisa sesak napas membaca berita2 yang dimuat sebuah harian nasioanl dan daerah tentang kelakuan (kucing garong), komentar, sikap dan keangkuhan para pejabat dan mantan pejabat negri ini.

dihalaman paling depan, ditulis dengan judul besar pula ” Menkeu KEjar Pajak Miliarder” ini sehubungan dengan rilis forbes tentang daftar 40 orang terkaya Indonesia yang diantaranya Aburizal Bakrie dan Jusuf Kalla (bener gak nulis nama mereka neh he he)  kok saya yang bodo ini jadi bingung, kenapa menkeu baru mengejar pajak mereka sekarang? kenapa kok baru sekarang mau akan diperiksa dan dicocokan? apakah selama ini dep keu dan dirjen pajak gak punya data sama sekali tentang pembayaran pajak dari kerajaan2 dan kekayaan mereka? semsetinya kan tinggal cross check saja dari pajak yang mereka sudah bayar dengan laporan kekayaan yang di forbes, trus panggil deh mereka…gini aja kok dibikin repot, ruwet dan serba prosedur yang gak selesai2.

Berita lain, Ali Imron sang pengebom ternyata pada akhirnya sadar dan  mengakui kalau jihad yang mereka lakukan dulu itu salah besar dan cuma menimbulkan kebencian dari semua manusia kepada mereka dan tidak mencerminkan Islam yang katanya Cinta Damai.

Berita beberapa hari sebelumnya juga bikin ngenes, Wakil Presiden mengatakan korban LAPINDO tenang aja, karena Abunawas eh Aburizal adalah orang terkaya di Indonesia jadi untuk membayar ganti rugi korban LAPINDO karena tidak akan membuat dia jadi miskin kale ye…tapi pak kok sampai sekarang masih dicicl? padahal lumpurnya diterima dengan kontan!? dan juga cukup mengherankan kok sampai hari ini tidak ada pernyataan permohonan maaf dari pemilik LAPINDO ya? apa dia bukan pemilik sebenarnya? cuma pasang badan en pasang nama aja? jangan2 yang punya LAPINDO itu…….gondoruwo…

Rekening PEmerintah ternyata amburadul, rekeningnya berjumlah: 5,149 rekening dan total duitnya 29,9 triliun wuihhhh ini baru hebat, sebuah negara yang miskin kok bisa ada duit tidak bertuan sebanyak ini….sementara buanyaaaak banget saudaraku yang mati kelaparan!! week rasanya pingin muntah aku!!

Ada juga yang konyol, dipanggil KPK, ketua FPG (partai kuning) menawar, lha ini baru seru, orang yang dicurigai melakukan tindak pidana korupsi terus mau diperiksan dan dipanggil kok malah ditawar, januari aja deh…emangnya negara ini milik kakek moyangnya apa? paling-paling dia lagi pergi kepasar untuk beli kambing hitam tuh… luar biasa sombongnya pejabat ini, wakil rakyat kok begitu ya, siapa sih yang dulu milih dia? makanya sekarang embah bilang, jangan pilih wakil kita dari partai yang itu2 aja, cari alternatip, ya semacam pengobatan alternatip gitu lho… biar negara ini sedikit teratur dan aparatnya tidak bersikap layaknya kolonial!!

PSSI ? sepak bola? waduh…FIFA aja dilawan kok…yang namanya kalau sudah menyangkut urusan perut maka apapun akan dilakukan dan pantang mundur membela yang bayar, bukan pantang mundur membela yang benar wakakakak

Bupati Garut (purnawirawan LETKOL) Agus Supriyadi didakwa tiga kasus korupsi dengan menyelewengkan dana APBD 10,8 milyar, waduh kehabisan komentar aku…bingung mau nulis apa lagi nih…? kasus seperti ini sudah seperti jamur… satu dicabut, yang lain pada muncul…

Negaraku ini sudah diperlakukan kayak sampah oleh orang2 yang berhati keji! mereka berani melawan hukum dan dengan arogansinya mereka mempermainkan hukum dengan pinter2an argumentasi dan pinter2an memutar balik kata2…

Kenapa embah selalu sinis ? karena ya cuma ini yang diwariskan dan dicontohkan oleh rezim , pemerintah, pajabat politisi dan seabreg orang-orang beredukasi tinggi sebelumnya kepada semua warag negaraku, rasa curiga, dan tidak percaya, pesimis dan serta selalu menganggap bahwa semua itu cuma main-main atau sandiwara tok… sudah menjadi hal yang selalu kita bisa percayai…sialnya kebanyakan selalu benar dan terbukti. sek tak ngopi lan njaluk pijet eyang putrimu …

Desember 19, 2007 Posted by | embah bilang | 1 Komentar

Selesai deh…

Hajatan global warming di Bali akhirnya selesai juga, yang pasti semuanya udah pada sadar dan mau mengerti bahwa biar bisa tetep hidup langgeng, sehat dan selamet musti juga bekerjasama sama negara2 berkembang dan dunia ketiga yang ternyata masih memiliki hutan dan pabrik O2 biar orang2 maju dan beradab bisa bernafas terus…

Menurut laporan dari pejabat berwenang dan pinter, katanya dari hajatan ini Bali ketiban 500 miyar rupiah (banyak juga ya..) padahal cuma beberapa hari aja lho dari tgl 3 – 14 Desember 2007, trus uang sebesar itu yang nyampe ke rakyat kecil kira2 berapa persen ya?

Kalau boleh kita bilang bahwa hajatan itu adalah sebuah Kue yang besar, maka saya hakul yakin orang2 yang tinggal di Bali cuma dapat remah2nya aja dari roti besar ini, karena biaya yang paling mahal pasti akomodasi dan makan, padahal dari begitu banyak hotel yang ada di Nusa Dua dan sekitarnya, pemiliknya adalah investor asing, weleh….jadi duit 500 milyar yang masuk ke Bali itu akhirnya juga menjadi uang “asing” lagi sementara penduduk bali ya dapat lah cuilan dikit2 gitu… yang banyak pasti tinggalan e..ek dan kondom bekas…

nah jadilah Bali sebagai (lagi) tempat sampah…. yo wis ben sak karepmu…

Desember 17, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

Bush salah lagi…!!

Untuk kedua kalinya kita bisa tertawa sinis atas apa yang terjadi dinegri adi kuasa yang namanya Amerika Serikat, menurut inforasi dari dinas rahasia mereka sendiri, terbukti bahwa di Iran tidak ada pengembangan nuklir untuk senjata atau apapun namanya seperti yang di klaim sama George Bush selama ini, untuk kedua kalinya dia salah…dan akibatnya seperti yang masih bisa kita lihat di Irak….weleh2 orang sudah salah masih juga enggak mau ngakuin….

tapi buat saya Amerika itu ada dua, yang satu adalah penduduk Amerika, yang sama seperti kita, banyak juga yang belum pernah naik pesawat terbang (kayak saya…kasian deh gue…!) yang satu lagi adalah P.T. Amerika yang kerjaannya cari minyak dan sumber alam dari negara lain….( Amrica Inc.)…. yo wis….

Desember 6, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

rame2 tanam pohon…tapi…!!

akhir2 ini banyak dari kita yang tersita dan seolah – olah sadar bahwa bumi tempat tinggal kita mulai capek dan mulai protes atas sikap manusia yang semena – mena, karena itu banyak banget tanda – tanda kalau bumi mulai marah pada kita, banyak gunung yang mau meletus, banjir, tanah longsor, banjir juga dan entah apa lagi yang mau muncul…

sehari – hari kita juga pada ngerasain bahwa suhu sekitar kita makin bertambah panas dan semakin susah untuk menghirup udara sekedar memenuhi permintaan paru – paru kita…panas dan dampaknya pada kita juga bisa dilihat kok, coba deh diamati, muka orang2 (kita juga) yang pada naik motor atau mobil di jalanan, semua pada kusut dan sepertinya ngeliat orang lain seperti ngeliat musuh.. gampang marah dan serba terburu-buru… padahal kalu kerja sambil marah2 produktifitas malah gak oke dan hasil kerja semakin tidak berkualitas..

untungnya sekarang pada mulai sadar bahwa pohon adalah bagian maha penting dari kehidupan kita, so banyak sekali organisasi yang mulai sadar tanam pohon, acara2 tanam seribu pohon bahkan sejuta pohon di-gaung-kan en orang pada dimobilisasi untuk menanam pohon mulai dari lingkungannya  sendiri2….

Buat embah…kalau cuma menanam sejuta pohon, bisa saja dalam satu hari selesai dan karena ini dilakukan oleh ber-banyak orang, kemudian sambutan dan liputan2 pers, tv dan banyak lagi supaya semua pada tergerak ikut menanam atau menjaga kelestarian alam…

pertanyaan terbesarnya adalah setelah menanam sejuta pohon (yang memang mudah untuk dilakukan) terus nanti siapa yang akan memulai gerakan ‘menyiram sejuta pohon…?’ karena kalau ini enggak dilakukan ya sama juga bohong, karena setelah ditanam kan perlu dirawat dan perlu disiram… jadi mustinya setelah gerakan nasional menanam pohon musti diikuti gerakan nasional menyiram sejuta pohon…ini baru bener….!!

Desember 3, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

Ternyata kolonialisme belum habis disini…

Emang sih kalu diliat dari usia kemerdekaan yang udah lebih dari 50 tahun, sepertinya bangsa ini sudah merdeka beneran tapi kalu mau jujur dan siap menelanjangi diri sendiri sebenarnya bangsa ini masih juga punya mental menjajah dan dijajah, paling tidak ini yang tak rasakan…

Setelah era kolonialis 350 tahun trus era rezim suharto 35 tahun eh sekarang masih banyak sekali yang bersikap seperti itu dan masih alergi sama hal-hal yang memajukan bangsa.

Selalu saja ada orang dan partai yang ngerasa tidak suka dan apriori, en celakanya semua bangsa ini sudah ketularan sifat jelek ini selalu nyinyir en sinis padahal ada pepatah sirik tanda tak mampu he he…

Coba kita lihat banyak sekali pengamat en komentator yang selalu bisa dapet duit dari setiap kejadian yang terjadi di negri ini, karena di kontrak jadi pembicara oleh tv swasta dan memberikan pengamatan plus analisa trus di-lawankan sama yang pro, jadi deh polemic yang dipanjang – panjangin… padahal seharusnya kalau mau sadar dan lebih bijak seharusnya yang sudah lengser ya udah terima aja, berarti bangsa ini sudah gak mau lagi same situ, gitu aja kok repot!!

Bukannyamendukung kok malah teriak2 kesana – kemari yang tebang pilih kek…yang pilih2 tebu kek…mbok sudah diem aja, kan itu juga sisa2 dari jamannya mereka jadi penguasa… buat saya masih jauh lebih baik tebang pilih dari pada tidak tebang sama sekali!!!

Politisi negri ini masih perlu belajar untuk bersikap lebih santun dan dewasa dalam melihat perbedaan dan terutama menerima kekalahan…

Jangan bersikap kayak feodal yang gak pernah mau terima kalah en serba sinis, prejudice yang malah bikin ruwet semuanya..

Mungkin seharusnya istilah pejabat atau pemerintah musti diganti dengan ‘yang diperintah’ jadi mereka bisa bener2 ngelayanin masyarakatnya, bukan minta dilayanin dan diperlakukan istimewa, masak sampai orang minta ketemu aja susahnya mita ampun aneh kan? Lha ya itu yang namanya mental feodal…malu dong!! capek dueeehhh….

November 29, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

Pancasila ada berapa?

Ini kejadian waktu masih musim operasi KTP dulu, waktu Indonesia masih terdiri dari 27 propinsi. Alkisah disuatu daerah di Jawa Timur polisi melakukan operasi KTP untuk mengawasi dan mendata penduduk setempat dan pendatang.

Ada seorang pemuda Madura yang lagi jalan2 dan gak tahu kalo mau ada operasi jadi dia cuek aja gak bawa KTP ato identitas lain, nah akhirnya apesnya dia ketangkeplah dia…mulailah introgasi oleh polisi (eh polisi apa pulisi seh nulisnya …?)

P(olisi): Nama kamu siapa?

M(adura): nama saya Jamal pak (dengan logat madura yang kental)

P: coba lihat KTP-nya

M: Wadoh…ampon pak..saya ndak ada KTP pak…

P: kamu punya apa tidak? polisi mulai gak sabar..

M: duluu pernah punya pak sekarang sudah ndak ada lagi…

P: kamu tahu kalau semua warga negara musti punya KTP?

M: maaf pak, saya ngerti pak, tapi sekarang saya ndak punya pak…

P: ya udah kalau gitu kamu saya hukum..

M: baek pak dihukum ndak papa orang sayamemang salah tapi jangan dipenjara pa, ampon pak…katanya memelas, masih juga dengan logat Madura yang kental, memang kalau KTP saya gak punya pak tapi kalau Pancasila sayahapal pak…katanya lagi..

P: Kalau begitu Pancasila ada berapa tanya pak polisi?

M: Wah kalau ini saya tahu pak polisi ini gampang katanya; Pancasila itu ada Tujoh pak dengan yakin..

P: ??? mulai marah nih polisi, saya ulangi, Pancasila ada berapa dengan suara keras!!

M: siap pak polisi, ada tujoh pak…

P: sudah habis kesabaran pulisi ini maka dia bilang kamu saya hukum push up 15 kali sekarang…

M: waduh pak…

P: cepat laksanakan!!

M: baek pak, jangan rah-marah pak..

setelah selesai push up polisi nanya lagi: Sekarang mungkin kamu sudah ingat; Pancasila ada berapa?

M: Dengan sikap yang masih tetap yakin dan mantap dia jawab: Ada tujoh pak polisi!!

P: habislah kesabaran pulisi ini, dan dia menampar pipi kanan dan pipi kiri si Madura apes ini terus bilang cepat pergi sana, pulang, saya gak mau lihat kamu cepat!!

maka pulanglah si pemuda tersebut dengan bingung dan heran kok ditampar orang dia sudah jawab pertanyaan polisi tadi, sempat disuruh push up segala…

sesampainya dirumah dia datang ke pos kamling tempat biasa nongkrong dengan teman2nya…dan dia mulai cerita bahwa dia baru dihukum sama polisi dan ditampar..

trus temen2-nya pada nanya; kok bisa emang ditanya apa kamu sama polisi?

M: polisi nanya Pancasila ada berapa dan ya saya jawab ada tujoh…lha kok malah ditampar saya sama polisi itu…

maka meledaklah tawa teman2nya…ya kamu yang keterlaluan; Pancasila itu dimana- mana ada lima…kata teman2nya…pantas aja kamu ditampar sama polisi..

M: Kamu itu bagaimana, orang saya bilang Pancasila ada Tujoh saja ditampar apalagi kalau saya bilang Pancasila cuma ada lima malah ditendang saya….

Sampai disini teman2nya sudah tidak bisa menahan tawa lagi sampai perut mereka kaku …wha..ha..ha..ha…ha…

November 23, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

Rapat apaan tuh? Gobal warming? waduuhh…

Ada agenda rapat gede bakal dihelat di Bali dari tanggal 3 – 14 desember 2007, denger2 yang datang dari 189 negara jumlah pesertanya bisa sampe 18,000 orang gak ada gorilanya kok…trus mau rapat soal perubahan cuaca yang orang udah pada tahu bahwa jagad kita suhunya semakin panas dan musim semakin gak tentu…

tapi apa iya mereka bisa ngomongin soal itu orang kebanyakan dari mereka itu orang2 bisnis yang gak tahu ilmu alam dan ilmu hayat, trus mau ngomongin apa ya ?

lha wong yang nanti disalah-salahin pasti juga negara kecil atau dunia ketiga yang masih punya hutan, ya kayak negriku, negara2 afrika, brasil, paling itu aja, trus dikasih tahu sama mereka yang dari negara maju untuk jagain hutan baik2 supaya oksigen dunia masih segar dan mereka masih bisa menghirup O2 dari hutan kita, ya to?

Lha kalau gini caranya, mereka juga harus bayar dong, kan hutan mereka udah habis duluan trus mereka bikin industri macem2 juga mobil dan sepeda motor yang sekarang menguasai jalanan, mereka dapet untungnya, poolisi eh polusinya kok ngributin kita ya?

Kalau kita terus disuruh jagain hutan supaya tetep hijau apa emang mereka nyuruh kita jadi orang hutan lagi?  wehh lha ini gak bener…kita musti berdiri tegak dan mengepalkan tangan tanpa bermuka merah (ntar dikirain baboon) menjawab bahwa mereka harus bertanggung jawab.

mereka sudah menjadi negara industri selama lebih dari 400 tahun, sementara kita belum sama sekali bisa buat pabrik yang bagus dan menghasilkan tanpa biaya siluman lha kok sudah disuruh nanggung dosa mereka, suruh bayar mereka baru kita kasih udara segar, kalu gak kasih kentut aja…he..he

November 23, 2007 Posted by | embah bilang | Tinggalkan komentar

udah mau kiamat kale..!!

lha ini kalo kita mau cermatin apa yang terjadi di negri tercinta ini, mungkin memang jagad ini sudah cape en mau pecah..Lumpur lapindo gak selesai2, penduduk Sidoarjo sampe sudah capek dan gak ngerti musti ngapain lagi, apa ini emang sudah disengaja ya..? dibiarin berkepanjangan sampe mereka capek jadi gak usah digusur secara masal, mereka pindah sendiri trus kalu udah kosong nanti tinggal dijual lagi sama perusahaan minyak angin yang lain? apa emang gitu skenarionya?

Sekarang gunung-gunung berapi malah ikut-ikutan ngramein negri, udah banyak yang kentut dan mau pada mleduk..tapi ya sudahlah mungkin ini emang sudah waktunya.

Yang lebih hebat adalah beberapa orang yang mampu mengatakan bahwa mereka adalah Rasul, Nabi, Malaikat ataupun bidadari dan sudah nawarin kaplingan di ‘syurga’ weleh2….. kok ya ada juga orang yang percaya sama gini-ginian toh? Sebenernya kan gampang, kalau yang ngomong itu masih gak tahan lapar seperti kebanyakan pengungsi jangan percaya, kalau rambutnya masih bisa putus sama guntingnya tukang cukur jangan percaya, dan kalau sambil sembunyi2 mereka masih ngeliatin pantat cewek sama paha cewek yang jalan yaaa jangan percaya bohong tuh!!

Tambahan lagi, orang jaman sekarang itu rasa malunya sudah hampir gak ada, korupsi gede-gedean malah dianggap hebat dan dipanggil bos, mencuri uang rakyat malah dijadikan pejabat, yang muda juga gitu, kan emang remaja sekarang gak cowok gak cewek gampang sekali mlorotin celana dalamnya trus main sex – sex an sambil sok jadi sutradara merangkap produser filem…wes mboh gak weruh aku…

pepatah Madura mengatakan “You can not teach a new trick to the old dog” makanya sang aktor ketangkep (di Surabaya) nyabu lagi he he he

 

November 15, 2007 Posted by | embah bilang | 1 Komentar